//
you're reading...
Kegiatan

Report Kegiatan: Nonton Bareng Film “Collapse”

Linonipi, Jumat 28 Mei 2011

Setelah bergerilya menyebar informasi seminggu lamanya di dunia maya,  akhirnya sesuai rencana, Jumat 28 Mei 2011 kami menggelar nonton bareng sekaligus bedah film ‘Collapse, based on the book Collapse by Jared Diamond’. Walaupun pemutaran film terlambat hingga setengah jam dari jadwal yang diumumkan, penonton tetap hikmat melahap adegan demi adegan film yang ber-genre dokumenter ini. Ruang 3 X 4 meter milik rumah info linonipi tampak sesak dipadati penonton yang penasaran dengan film terbaru Jared Diamond yang sebelumnya sukses menelorkan 2 buah film dokumenter  juga bekerja sama dengan Natioanl Geographic.

Tak lupa kopi hangat ikut melengkapi  kami yang asik menonton. Sesekali candaan dimuntahkan oleh penonton akibat kesalahan penerjemahan subtitle film ini yang ditranslate seadanya oleh salah seorang partisipan Linonipi.

Setelah kurang lebih satu setengah jam kami disuguhi gambar-gambar futuristik dan kedalaman penggambaran masa lalu beberapa peradaban yang kolaps akibat eksplotasi berlebihan pada alam, kami akhirnya berdiskusi, bertukar pendapat soal film yang baru saja kami tonton.

Diskusi dibuka dengan sedikit pengantar dari partisipan Linonipi yang bertanggung jawab menyelenggarakan kegiatan ini. Karena konsep diskusi yang ditawarkan tidak mengandalkan pembedah film yang diundang khusus, diskusi berlangsung hangat dengan aliran bermacam tanggapan penonton mengenai film ini. Ada peserta yang mencoba membandingkan film terakhir Jared Diamond ini dengan dua film sebelumnya. Ia mengatakan bahwa ahli burung yang banting setir menjadi penulis buku yang mengangkat tema-tema seputar peradaban manusia ini, selalu saja meggali sisi eror yang selalu saja hadir di setiap pembangunan peradaban manusia di beberapa babak zaman.  Sedangkan peserta lainnya mengkritik soal kurang tajamnya Jared Diamond mengemukakan solusi yang bisa dirumuskan untuk selamat dari keruntuhan seperti peradabanperadaban manusia sebelumnya. Diamond selalu memposisikan peradaban manusia saat ini berada di persimpangan jalan, antara jalan menuju kehancuran dan jalan menyongsong kesuksesan. Namun dengan solusi-solusi normatif seperti pengurangan produksi mobil,setiap rumah tanggamelakukan penghematan energi,  Jared mengungkapkannya sebagai jalan untuk menghindari kehancuran. Peserta lain menambahkan bahwa Jared tidak memaparkan akar permasalahan saat ini yaitu kehadiranperadaban itu sendiri dan tatanan atau sistem yang samasekali tidak bersahabat dengan alam, rakus dan sangat eksploitatif.

Setelah setengah jam berdiskusi dan berbagi pandangan kami terhadap film ini, kegiatan ini pun berakhir dan tampak salah seorang partisipan Linonipi sibuk menyodorkan lembaran kuisioner Linonipi kepada penonton yang hadir. Kuisioner ini dimaksudkan untukmenjadi bahan evaluasi dan referensi untuk menjalankan Linonipi ke depannya.

Jangan lupa untuk berkunjung kembali ke Linonipi, minggu depan Linonipi akan kembali menggelar nonton bareng film dengan tema yang hampir mirip yaitu tentang keruntuhan peradaban.  Jumat 3 Mei 2011 ‘The Road’ akan di gelar bersama kopi hangat dan selingan canda tawa yang akrab. Pastikan kamu ikut bergabung .  (fuh)

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: